Sebenarnya apa hati itu? kenapa sampai ada istilah
kalau – kalau kata hati itu tidak bisa berbohong alasannya adalah karena hati
dapat bimbingan langsung dari Allah, tapi apakah yang disebut dengan hati itu
adalah organ yang ada di lambung kiri kita itu?apakah dia yang mendapat
bimbingan dan memiliki rasa sayang, cinta, takut, sedih dan senang?di dalam
kitab ihya’ulumiddin karya imam ghozali menyebutkan bahwa penting sekali
menghadirkan hati disetiap laku kehidupan dimanapun dan dalam keadaan apapun
kita, hadirnya hati bisa terjadi apabila hati itu kosong dari selain apa yang
bercampur padanya dan bercakap-cakap dengannya. Maka ilmu tentang perbuatan dan perkataan
itu menjadi disertakan dengan keduanya. Manakala pikiran berpaling dari selain
dari sesuatu yang ia ada padanya dan di dalam hatinya ingat kepada sesuatu yang
ia ada padanya serta ia tidak lalai dari segala sesuatunya maka tercapailah
kehadiran hati. Tetapi pemahaman bagi makna kalam adalah urusan yang ada di
balik hadirnya hati, barang kali hati itu hadir bersama lafal, namun tidak
hadir bersama makna lafal. Maka mencakupnya hati terhadap ilmu dengan makna
lafal itulah yang kami maksudkan dengan pemahaman.
Seperti contoh praktek menghadirkan hati adalah ketika
duduk, berdiri, jalan, atau bercakap-cakap sekalipun tetapi hati tetap ingat
dengan Allah, bukan bentuk atau rupa Allah yang kita bayangkan tapi lebih
kepada rasa dekat dan selalu ingat dengan mengucapkan dalam hati lafad Allah, Sholawat,
Saubhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar, Astaghfirulloh atau sejenisnya
sehingga tindak tanduk kita dalam setiap laku kehidupan terarah dan menuju
kepada ridlonya Allah semata, perilaku negative bin tercela pun akan terhindar.
Dalam praktek sehari-hari sangat sulit menerapkan hal
itu bahkan wali Allah itu jika ia
sedetik saja tidak mengingat atau lupa kepada Allah maka dia menganggap dirinya
telah berdosa. Hati itu ibarat gelombang radio yang dapat di stel frekuensinya,
hal itu merupakan salah satu sebab kita tidak bisa bangun dimalam hari untuk
melakukan sholat malam. Cara yang ditempuh adalah ketika mau tidur sebaiknya
wudlu dahulu lalu tafakur sejenak sedikit mengingat segala sesuatu tentang apa
saja yang sudah kita lakukan seharian tadi mencoba untuk mengoreksi dan
memperbaiki sebagai pelajaran untuk esok hari. Setelah itu berdo’a agar diberi
kemudahan bangun pada malam itu, kemudian membaca surat al-ikhlas tiga kali,
al-falah dan an-nass disusul dengan sholawat secara terus menerus di dalam hati
sampai diri terlelap dan tidur tetapi semua proses tadi tidak lepas dari
hadirnya hati dan selalu mengingat Allah azza wajallah. insyaAllah jika
melakukannya dengan sungguh-sungguh akan
ada hasil yang memuaskan.
Sekian
pengetahuan yang dapat kami share, jika ada kekurangannya kami mohon maaf
karena memang hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.










0 comments:
Post a Comment