waktu adalah pedang

Pages

Friday, 15 February 2013

Menghadirkan hati



Sebenarnya apa hati itu? kenapa sampai ada istilah kalau – kalau kata hati itu tidak bisa berbohong alasannya adalah karena hati dapat bimbingan langsung dari Allah, tapi apakah yang disebut dengan hati itu adalah organ yang ada di lambung kiri kita itu?apakah dia yang mendapat bimbingan dan memiliki rasa sayang, cinta, takut, sedih dan senang?di dalam kitab ihya’ulumiddin karya imam ghozali menyebutkan bahwa penting sekali menghadirkan hati disetiap laku kehidupan dimanapun dan dalam keadaan apapun kita, hadirnya hati bisa terjadi apabila hati itu kosong dari selain apa yang bercampur padanya dan bercakap-cakap dengannya. Maka ilmu tentang perbuatan dan perkataan itu menjadi disertakan dengan keduanya. Manakala pikiran berpaling dari selain dari sesuatu yang ia ada padanya dan di dalam hatinya ingat kepada sesuatu yang ia ada padanya serta ia tidak lalai dari segala sesuatunya maka tercapailah kehadiran hati. Tetapi pemahaman bagi makna kalam adalah urusan yang ada di balik hadirnya hati, barang kali hati itu hadir bersama lafal, namun tidak hadir bersama makna lafal. Maka mencakupnya hati terhadap ilmu dengan makna lafal itulah yang kami maksudkan dengan pemahaman.
Seperti contoh praktek menghadirkan hati adalah ketika duduk, berdiri, jalan, atau bercakap-cakap sekalipun tetapi hati tetap ingat dengan Allah, bukan bentuk atau rupa Allah yang kita bayangkan tapi lebih kepada rasa dekat dan selalu ingat dengan mengucapkan dalam hati lafad Allah, Sholawat, Saubhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar, Astaghfirulloh atau sejenisnya sehingga tindak tanduk kita dalam setiap laku kehidupan terarah dan menuju kepada ridlonya Allah semata, perilaku negative bin tercela pun akan terhindar.
Dalam praktek sehari-hari sangat sulit menerapkan hal itu bahkan wali Allah itu jika  ia sedetik saja tidak mengingat atau lupa kepada Allah maka dia menganggap dirinya telah berdosa. Hati itu ibarat gelombang radio yang dapat di stel frekuensinya, hal itu merupakan salah satu sebab kita tidak bisa bangun dimalam hari untuk melakukan sholat malam. Cara yang ditempuh adalah ketika mau tidur sebaiknya wudlu dahulu lalu tafakur sejenak sedikit mengingat segala sesuatu tentang apa saja yang sudah kita lakukan seharian tadi mencoba untuk mengoreksi dan memperbaiki sebagai pelajaran untuk esok hari. Setelah itu berdo’a agar diberi kemudahan bangun pada malam itu, kemudian membaca surat al-ikhlas tiga kali, al-falah dan an-nass disusul dengan sholawat secara terus menerus di dalam hati sampai diri terlelap dan tidur tetapi semua proses tadi tidak lepas dari hadirnya hati dan selalu mengingat Allah azza wajallah. insyaAllah jika melakukannya dengan sungguh-sungguh akan ada hasil yang memuaskan.
Sekian pengetahuan yang dapat kami share, jika ada kekurangannya kami mohon maaf karena memang hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.

0 comments:

Post a Comment